Selasa, 23 September 2014

Rabu❤

Haloo rabu... Terimakasih kamu sudah ngasih kabar baik buat si bunga. Yaa kabar jika kumbang segera pulang. Dan kau jadikan sang bunga menari dan bernyanyi untuk menyambutnya. Terima kasih rabu..

Kapan pulang sayaang? Aku khawatir dengan keadaanmu disana. Aku mendengar kabar dirimu sedang sakit. Jangan buat aku ketakutan akan kekhawatiranku sayaaang.

Pahamkah?

Tak sempatkah dirimu memberi kabar? Sekali sms pun tidak. Tak mengerti rasanya menunggu kabar yang berjanji sebentar tapi ternyata apa? Entah aku harus seperti apa. Aku marah , aku sedih. Dengan dingin yang menusuk ini membuat keadaan menjadi buruk. Emosiku mulai bergejolak tetapi aku berusaha menahan walaupun terasa sakit di hati. Tak ada tanggapan. Ingin marah tetapi sayang aku tak bisa. Antara tega dan tidak. Aku tahan aku pendam sakitnya. Sampai detik ini aku tak mau membahas rasa rindu ini karena itu membuat aku menjadi tiak terima dengan keadaan dan situasi. Dimana semua harapan menjadi kosong. Kosong tanpa isi. Seketika aku lemah dan lemas tak berdaya ketika mendengar kabar buruk. Buat aku menjadi lebih ringan menerima ini. Buat aku menjadi tenang.
Malam ini hanya ada aku dan bintang yang menemani serta dinginnya hembusan angin malam yang membuat tubuhku menggigil. Sadarlah sayaang aku butuh hangatnya kehadiranmu.

Sore

Senja yang membingungkan. Aku menengok kanan kiri tetapi aku tak menemukan tujuanku. Hanya terdengar suara bising mobil dan motor serta alunan mesin jahit yang terjadi. Duduk menyendiri dengan hembusan angin yang cukup buat badan ini terasa dingin. Angin mulai membawa debu, asap dan daun daun yang berserakan di jalan hingga berpindah tempat kemana pun sesuka angin dan juga mengenai tubuhku ini. Sunggu datarnya sore ini tetapi aku tetap berstukur karena Tuhan masih memberikanku nyawa dihari ini.

Apa kabar

Apa kabar hari ini? Sangat buruk tetapi ada hal menyenangkan. Dimana ada banyak yang bisa buat aku tertawa lepas untuk melupakan sejenak perasaan jengkel atas rinduku ini. Oh sungguh menyenangkan sekalinbisa tertawa dengan para peri peri yang selalu bersamaku walaupun sang kumbang sedang pergi menjauh dari sang bunga. Ini cerita yang mengharukan.

Senin, 22 September 2014

Lelah

Aku lelah menahan ini. Mungkin aku ini seperti anak kecil yang selalu merengek hal yang tidak penting menurut mereka tetapi itu hal penting buat aku. Kemana lagi aku harus merengek sedangkan orang yang selalu aku jadikan tempat bermanja ku telah pergi. Apakah dia akan kembali lagi? Tidak tidak dan tidak. Itu sangat tidak mungkin. Aku sadar dengan kuasa-Mu. Aku hanya bisa merengek dari kejauhan disini tanpa menyentuhnya dan memeluknya apalagi bersandar di bahunya. Kuatkan aku untuk semua ini.

Hari ini

Hari ini berwarna kelabu. Dimana pensil warnaku hilang entah kemana. Aku ingin menggambarkan keindahan dan gambaran yang nyata di buku hidupku. Ayolah kemana pensil warnaku. Aku merindukanmu. Aku ingin menggambar impianku denganmu. Tanpamu, bagaimana caranya aku menulis dan menggambar? Cepat kembali.