Kamis, 18 Desember 2014

Masihkah?

Haruskah aku masih percaya sama kamu ? Semua kamu yang memulai. Aku bisa apa selain aku harus menahan itu semua. Aku kecewa dan sangat kecewa. Aku ini perempuan aku tidak bisa menerima. Aku tau aku pun juga salah. Aku tidak tau lagi harus bagaimana. Sudahlah aku lelah.

Jumat, 21 November 2014

Reshufle Kehidupan

Hai aku kembali!
Aku terdiam dan memikirkan tentang apa yang selama ini aku lakukan terhadapmu. Bukan maksud tuk membuatmu bersedih tetapi ingin aku mengingatkan tentang semua kesalahan yang kamu lakukan. Aku tau kamu sayang sama aku tapi aku ingin kamu menyadari dengan tindakanmu itu tidak semuanya benar. Maka dari itu aku lebih memilih diam dan memutuskan tidak ingin berbicara karena aky ingin kamu memahami perasaan wanita.
Aku haral dengan semua ini aku dan kamu bisa saling intropeksi diri sehingga semua kesalahan pahaman dalam hubungan ini bisa selesai tanpa emosi dan keegoisan. Maaf jika aku akhir-akhir ini bersikap keras kepala karena aku hanya ingin melawan posesifmu.
Mudah-mudahan saja sekarang dan seterusnya akan terus seperti ini yang mulai membaik. Aku suka yang sekarang karena kaku jadi lebih tenang (mudah-mudahan tidak untuk sekarang saja).
Aku sayang kamu aku juga takut membuat kamu bersedih.
I LOVE YOU :*({})

Minggu, 12 Oktober 2014

Feel

Semua orang akan meninggalkan ku perlahan-lahan. Semuanya jadi kabur dan semu. Aku tak mengerti dengan semua keadaan ini. Hal ini semakin sakit. Pergi semua dan menghindar. Aku rela dan aku pasrah.
Aku layak di sebut sebagai sampah semua orang. Aku tak berguna buat siapapun. Aku ini sampah yaa sampah. Aku memang bodoh di mata kalian semua. Seperti boneka yang di mainkan anak-anak. Aku memang tidak layak untuk dipertahankan ataupun diperjuangkan. Karena aku merasa sudah tidak pantas, buat apa aku berharap.
Tak ada semangat tak ada senyum. Baik di awal tapi pada akhirnya tertinggal di tempat sampah.
Lebih baik kau buang aku sekarang daripada aku harus merasakan pahitnya seperti ini.
Tetapi disisi lain aku ingin semangat lagi untuk memperjuangkan semua ini tapi apadaya. Aku capek aku lelah. Seluruh tubuhku mulai mengering ditambah dengan semua penyakitku. Aku memikirkan banyak hal tetapi itu semua tak dapat di cari jalan keluarnya dan akhirnya terpendam dalam hati ini.
Hai masalah besar. Pergilah dari hidupku. Aku punya Allah Yang Maha Besar yang akan membinasakan kamu.

Ingin

Aku ingin dituntun bukan menuntun. Aku ingin didewasakan bukan mendewasakan. Aku ingin dilindungi bukan melindungi. Aku ingin di sadarkan secara halus bukan di bentak. Aku ingin di bedakan bukan disamakan.
Aku yaa aku dia yaa dia dan mereka yaa mereka.

Menyerah

Aku muak sama sikap kamu. Aku capek aku lelah.
Terserah saja aku menyerah.

Menyerah

Aku muak sama sikap kamu. Aku capek aku lelah.
Terserah saja aku menyerah.

Kamis, 02 Oktober 2014

Ceritaku

Sedih ketika aku harus meresakan pahitnya kehidupan ini. Dimana aku harus menahan semua sakitku. Tak ada yang bisa mengerti. Hanya aku saja yang mengerti. aku lelah terus mengingatkan. Aku capek harus meluapkan emosiku tetapi tak pernah dilembutkan. Aku capek dengan semua ini. Mulutku mulai diam dan hanya air mataku saja yang berbicara. Mulutku mulai bosan tapi walau pun air mataku ini mulai bosan dengan mata membengkak tetapi masih setia menangisi kesakitanku ini. Betapa berharganya.
Sakit ketika tangisku tidak kau gubris. Hanya bisa menangis menangis dan bersujud. Aku lelah sayaang aku lelah...
Aku mulai tak memikirkan diriku ataupun dirimu. Aku mulai masa bodoh yaa karena ulahmu sendiri. Aku memang tak sempurna buatmu yang selalu memenuhimu atas pintamu yang kanak-kanak. Aku paham niatmu tapi pahami aku juga. Bersikap dewasalah untukku. Aku butuh sosok dewasamu.
Semoga kamu paham juga. Tapi kau tetap jadi dirimu sendiri hanya sedikit dirubah pola pikirmu.

Selasa, 23 September 2014

Rabu❤

Haloo rabu... Terimakasih kamu sudah ngasih kabar baik buat si bunga. Yaa kabar jika kumbang segera pulang. Dan kau jadikan sang bunga menari dan bernyanyi untuk menyambutnya. Terima kasih rabu..

Kapan pulang sayaang? Aku khawatir dengan keadaanmu disana. Aku mendengar kabar dirimu sedang sakit. Jangan buat aku ketakutan akan kekhawatiranku sayaaang.

Pahamkah?

Tak sempatkah dirimu memberi kabar? Sekali sms pun tidak. Tak mengerti rasanya menunggu kabar yang berjanji sebentar tapi ternyata apa? Entah aku harus seperti apa. Aku marah , aku sedih. Dengan dingin yang menusuk ini membuat keadaan menjadi buruk. Emosiku mulai bergejolak tetapi aku berusaha menahan walaupun terasa sakit di hati. Tak ada tanggapan. Ingin marah tetapi sayang aku tak bisa. Antara tega dan tidak. Aku tahan aku pendam sakitnya. Sampai detik ini aku tak mau membahas rasa rindu ini karena itu membuat aku menjadi tiak terima dengan keadaan dan situasi. Dimana semua harapan menjadi kosong. Kosong tanpa isi. Seketika aku lemah dan lemas tak berdaya ketika mendengar kabar buruk. Buat aku menjadi lebih ringan menerima ini. Buat aku menjadi tenang.
Malam ini hanya ada aku dan bintang yang menemani serta dinginnya hembusan angin malam yang membuat tubuhku menggigil. Sadarlah sayaang aku butuh hangatnya kehadiranmu.

Sore

Senja yang membingungkan. Aku menengok kanan kiri tetapi aku tak menemukan tujuanku. Hanya terdengar suara bising mobil dan motor serta alunan mesin jahit yang terjadi. Duduk menyendiri dengan hembusan angin yang cukup buat badan ini terasa dingin. Angin mulai membawa debu, asap dan daun daun yang berserakan di jalan hingga berpindah tempat kemana pun sesuka angin dan juga mengenai tubuhku ini. Sunggu datarnya sore ini tetapi aku tetap berstukur karena Tuhan masih memberikanku nyawa dihari ini.

Apa kabar

Apa kabar hari ini? Sangat buruk tetapi ada hal menyenangkan. Dimana ada banyak yang bisa buat aku tertawa lepas untuk melupakan sejenak perasaan jengkel atas rinduku ini. Oh sungguh menyenangkan sekalinbisa tertawa dengan para peri peri yang selalu bersamaku walaupun sang kumbang sedang pergi menjauh dari sang bunga. Ini cerita yang mengharukan.

Senin, 22 September 2014

Lelah

Aku lelah menahan ini. Mungkin aku ini seperti anak kecil yang selalu merengek hal yang tidak penting menurut mereka tetapi itu hal penting buat aku. Kemana lagi aku harus merengek sedangkan orang yang selalu aku jadikan tempat bermanja ku telah pergi. Apakah dia akan kembali lagi? Tidak tidak dan tidak. Itu sangat tidak mungkin. Aku sadar dengan kuasa-Mu. Aku hanya bisa merengek dari kejauhan disini tanpa menyentuhnya dan memeluknya apalagi bersandar di bahunya. Kuatkan aku untuk semua ini.

Hari ini

Hari ini berwarna kelabu. Dimana pensil warnaku hilang entah kemana. Aku ingin menggambarkan keindahan dan gambaran yang nyata di buku hidupku. Ayolah kemana pensil warnaku. Aku merindukanmu. Aku ingin menggambar impianku denganmu. Tanpamu, bagaimana caranya aku menulis dan menggambar? Cepat kembali.