Sedih ketika aku harus meresakan pahitnya kehidupan ini. Dimana aku harus menahan semua sakitku. Tak ada yang bisa mengerti. Hanya aku saja yang mengerti. aku lelah terus mengingatkan. Aku capek harus meluapkan emosiku tetapi tak pernah dilembutkan. Aku capek dengan semua ini. Mulutku mulai diam dan hanya air mataku saja yang berbicara. Mulutku mulai bosan tapi walau pun air mataku ini mulai bosan dengan mata membengkak tetapi masih setia menangisi kesakitanku ini. Betapa berharganya.
Sakit ketika tangisku tidak kau gubris. Hanya bisa menangis menangis dan bersujud. Aku lelah sayaang aku lelah...
Aku mulai tak memikirkan diriku ataupun dirimu. Aku mulai masa bodoh yaa karena ulahmu sendiri. Aku memang tak sempurna buatmu yang selalu memenuhimu atas pintamu yang kanak-kanak. Aku paham niatmu tapi pahami aku juga. Bersikap dewasalah untukku. Aku butuh sosok dewasamu.
Semoga kamu paham juga. Tapi kau tetap jadi dirimu sendiri hanya sedikit dirubah pola pikirmu.
Kamis, 02 Oktober 2014
Ceritaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar